Tuesday , October 24 2017
Home / Virus / Maldrone, Malware Pertama Untuk Drone

Maldrone, Malware Pertama Untuk Drone

maldrone

Penggunaan Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) yang disebut Drone mengubah dengan cepat cara kita dalam berperang. Drone pernah digunakan untuk pengawasan, Mengantarkan Pizza, lalu ada juga yang dilengkapi dengan bom untuk berperang, dan drone ini juga digunakan untuk hack Smartphone.

Baru-baru ini, seorang peneliti keamanan telah menemukan backdoor di Parrot AR Drone yang diproduksi oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Perancis, yang dapat memungkinkan seorang hacker jahat untuk mengontrol dari jarak jauh dan membajak radio dan mengendalikan helikopter terbang quadcopter.

The Parrot AR Drone, terungkap di CES Internasional 2010 di Las Vegas, sebuah helikopter quadricopter yang dapat Anda kontrol dengan smartphone atau tablet. dengan fitur dua kamera, sangat memudahkan orang untuk menerbangkannya, dan dapat dikendalikan tanpa terlalu banyak resiko drone terbalik atau menabrak sesuatu.

Malware Drone

Peneliti keamanan, Rahul Sasi mengaku telah mengembangkan malware backdoor untuk AR drone sistem ARM Linux, Malware tersebut dijuluki Maldrone [malware Drone].

Maldrone dapat digunakan untuk membajak drone dari jarak jauh, seperti yang ditunjukkan dalam video demonstrasi di bawah ini yang diterbitkan oleh hacker.

     “Dalam hal ini kita akan menunjukkan cara menginfeksi drone dengan Maldrone dan mengharapkan koneksi tcp terbalik dari pesawat tak berawak. Setelah tersambung, maka kita bisa berinteraksi dengan perangkat lunak serta driver / sensor dari pesawat tak berawak dengan langsung. Ada AR drone yang memiliki Program uji coba. backdoors kami membunuh autopilot dan mengambil kendali. Backdoor persisten pada reset,” jelaskan video tersebut.

Menurut peneliti, Maldrone dapat berinteraksi dengan perangkat driver sensor silent dan memungkinkan hacker untuk mengendalikan pesawat tak berawak dari jarak jauh. Akibatnya, Maldrone dapat digunakan untuk melakukan pemantauan jarak jauh.

Rahul mengatakan Maldrone juga bisa digunakan untuk menyerang pembuat drone lain juga. Namun, backdoor dapat dieksploitasi dalam jangkauan nirkabel.

Gangguan Drone Di White House

Drone telah disoroti sebagai ancaman keamanan yang dilancarkan dengan kecil Unmanned Aerial Vehicles (UAV). Baru-baru ini, sebuah quadcopter drone 2-kaki jatuh ke lapangan White House pada dini hari Senin pagi, ketika presiden dan ibu negara Michelle Obama berada di India.

Seorang pegawai pemerintah mengatakan kepada Secret Service bahwa ia kehilangan kendali pesawat tak berawak quadcopter sebelum jatuh ke dasar Gedung Putih. Namun, tidak ada satupun orang di Gedung Putih yang berada dalam bahaya.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You might also likeclose
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates